31 Desember 2012

Selamat Tahun baru 2013

Tak terasa kita sudah tinggal menghitung jam menuju tahun 2013, banyak cerita dan peristiwa yang sudah dijalani sepanjang 2012 ini. Mungkin ada beberapa resolusi di tahun 2011 yang sudah terpenuhi, namun banyak juga yang meleset dari target.

Evaluasi (sumber :http://nretc.stemi.ws)

Tiap tahun baru pasti kita akan membuat beberapa resolusi, tapi setiap tahun berlalu resolusi tinggal resolusi seperti catatan yang mudah hilang. Ternyata semua rancangan yang telah dibuat tidak pernah kita evaluasi, sehingga apa yang kita rencanakan berjalan tanpa arah dan tanpa kontrol dari kita dan akhirnya meleset dan tidak pernah terwujud. Jadi mulailah tahun baru ini dengan resolusi/target baru tapi jangan lupa untuk evaluasi dan kontrol agar semua yang kita rencanakan terwujud dan mencapai target.. Amin

Selamat Tahun baru 2013 ... Teet ...teeet


24 Desember 2012

Konser Fariz RM di Bandung

Penyanyi legendaris, Fariz Roestam Moenaf atau lebih dikenal dengan nama Fariz RM akan mnyelenggarakan konser tunggal di Bandung dengan tema "Fariz RM Anthology Pentas Di Bandung". Konser yang rencananya diadakan pada tanggal 5 Januari 2013 mendatang, dan akan digelar di Mepro Convention & Concert Hall Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Bekerjasama dengan ANANDA production & NDIGI enterprises konser ini ditujukan untuk amal SOS Children's Villages dan Sekolah Hidup Indonesia. Dimana lima puluh persen keuntungan dari penjualan tiket rencananya akan disumbangkan untuk dua lembaga tersebut.

Fariz RM Anthology Pentas Di Bandung (sumber:bisnis-jabar.com)


Pada konser yang bertepatan dengan ulang tahun ke-54 Fariz, ia rencananya akan membawakan 14 lagu yang terdiri dari lagu-lagu hit-nya seperti "Sakura", "Barcelona", "Nada Kasih", "Sungguh", "Hasrat dan Cita", dan beberapa lagu lainnya.

Didukung Kompas, Kompas TV, Tribun Jabar, STV, dan Radio B sebagai media partner, konser bertajuk "Nada Kasih" itu juga akan menghadirkan full band yang terdiri dari Eddy Syakroni pada drum, Adi Dharmawan pada bass, Iwan Wiradz pada perkusi, Michael Alexander pada gitar, Helda Sedli pada biola, dan Yolla Bella Vie pada backing vocal. Hadir pula gitaris finger-style Indonesia, Jubing Kristianto, yang akan membawakan 2-3 lagu secara solo dan 3 lagu kolaborasi dengan Fariz, yaitu "Nada Kasih", "Sakura", dan "Barcelona".

FARIZ RM pentas di Bandung
Tanggal : Sabtu, 5 Januari 2013,
Waktu : 20.00 wib
Lokasi : MEPRO Convention and Concert Hall, Jl. Soekarno Hatta No.789 Bdg.

Info Concert & Ticket Box: CITARUM Hotel,
Jl. Citarum No.16 Bandung Tlp. 022-6161 6767 - 0899 791 6767

HOT LINE :
081 320 52 6767 (sanov)
081 221 7010 99 (AsGuN)
081 22 11 9527 (Bengbeng)

Twitter Follow : @asgoenz saja
FB add : KFFRM
(Komunitas Fanstastic Fariz RM)
FB add : sanov rachmat

Sumber : detik.bandung.com, Facebook : SOS.Childrens.Villages.Indonesia

20 Desember 2012

Sejarah rumah sakit Dustira Cimahi

Pada abad 18, pemerintah kolonial Hindia Belanda mendirikan fasilitas militer daerah Cimahi. LOkasi ini dipilih karena berdekatan dengan Kota Bandung sebagai ibu kota HIndia Belanda pada saat itu. Didirikan pula rumah sakit militer untuk melengkapi keperluan para prajurit yang bertugas disana. Rumah sakit yang berdiri pada lahan seluas 14 hektar ini diresmikan pada 1887 dengan nama Militare Hospital. Desain bangunannya mengusung gaya arsitektur artdeco, khas Eropa.


Rumah Sakit Dustira (sumber : Disparbud Jabar )

Setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh kerajaan Belanda pada 1949, kepemilikan Milter Hospital diserahkan pada Tentara Nasional Indonesia. Rumah sakit ini kemudian berganti nama menjadi Rumah Sakit Territorium III dengan Letnan Kolonel Dr. Kornel SIngawinata sebagai kepala yang pertama rumah sakit tersebut. Kemudian dalam perayaan ulang tahun Territorium III/Siliwangi Kolonel Kawilarang mengganti nama rumah sakit tersebut menjadi Rumah sakit Dustira.

Penetapan namam tersebut sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan perjuangan Mayor dr Dustira Prawiraamidjaya. Dustira adalah dokter tamatan pendidikan kedokteran di Geneeskundige Hogeschool (Ika Daigaku atau Sekolah tinggi kedokteran di Jakarta) pada tahun 1945. Dustira kemudian mengikuti pelatihan kemiliteran selama dua minggu. Setelah itu, ia ditugaskan membantu para korban perang, khususnya di front Padalarang, Cililin dan BatuJajar. Jumlah korban yang terus bertambah ditengah keterbatasan peralatan medis yang tersedia membuat Dustira kelelahan hingga akhirnya meninggal dunia pada 17 maret 1946.

Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), Militer Hospital digunakan sebagai tempat untuk merawat tentara jepang dan tentara BElanda yang menjadi tawanan tentara jepang. Kendati merupakan rumah sakit militer dalam perkembangan selanjutnya rumah sakit Dustira menerima pelayanan medis dan pelayanan penunjang tersedia disini. Atas prestasinya dalam pelayanan tersebut pada November 2012, rumah sakit ini menerima akreditasi 16 pelayanan dari direktorat Jendral Kekuatan Pertahanan Kementrian Pertahanan RI.

Rumah sakit Dustira berarsitektur eropa (artdeco). Bagian bangunan yang masih menampakan kekunoaan, terlihat pada bangunan bagian depan, pada bagian atap bangunan dan dinding bangunan. Sedangkan pagar halaman telah mengalami perubahan atau penggatian (pagar besi). Genteng masih menggunakan genteng gelombang, struktur kerangka atap menggunakan kayu dan dinding berwarna putih, dengan bagian kaki dilapisi lepahan semen.Rumah Sakit Dustira sampai sekarang masih digunakan sebagai rumah sakit untuk merawat pasien.


Lokasi : Jalan Ahmad Yani Cimahi, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi


Sumber :disparbud.jabarprov.go.id, Pikiran Rakyat

19 Desember 2012

Nomor urut calon gubernur Jawa Barat

Pembagian nomor urut Calon Gubernur Jawa Barat (sumber : regional.kompas.com)

Malam tadi tepatnya tanggal 18 Desember 2012 telah ditetapkan nomor urut bagi para calon gubernur Jawa Barat. Lima pasangan tersebut memperoleh nomor :

1. Dikdik Muliana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib,
2. Irianto M.S. Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim,
3. Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksmana Zainal Lan,
4. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar
5. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki

Nomor urut itu ditetapkan dalam rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar yang dilakukan di Sasana Budaya Ganesha, Jl. Tamansari Kota Bandung. Membaca berita bahwa acara penetapan ini menghabiskan biaya cukup besar yaitu 1 milyar (sewa gedung dan mengundang artis), cukup mengagetkan. Hanya untuk penetapan nomor saja menghabiskan biaya sebesar itu, bagaimana pemilu nanti.

Begitu besarnya biaya politik di negeri ini memancing para calon untuk mengeluarkan "modal" terlebih dahulu, memberikan jalan bagi calon terpilih untuk bisa "balik modal" saat menjabat nanti. Jadi bisa dipastikan praktek korupsi takkan pernah selesai, jika budaya politiknya seperti ini.

Bagi para calon selamat berkampanye dan meraih simpati warga,klo kalah dan habis "modal"jangan menyesal ya ...

Tapi tetap jangan pernah Golput, karena kita harus memilih yang terbaik untuk meminimalkan calon terburuk menjabat.

17 Desember 2012

Konser Agnes Monica di Trans Bandung sambut tahun baru 2013

Mau kemana rencana tahun baruan 2013 nanti ? bagi anda penggemar Agnes Monica yang biasa disebut Agnezious atau NIC siapkan uang dan atur jadwal karena rencananya dalam menyambut tahun baru 2013 Trans Convention Center Bandung akan mengadakan Konser Agnes Monica New Year's Eve Concert


Agnes Monica new years eve concert



Tempat : Trans Convention Center

Waktu : Sabtu, 31 Desember 2012


Untuk pembelian melalui ticket box bandung atau hotline : 0817783721 Untuk daerah Jakarta
087821509191/082116965736 untuk daerah Bandung

Harga tiket :
  • Festival : Rp. 450.000
  • Tribune : Rp. 1.500.000
  • VVIP : Rp. 2.000.000 ( Makan malam dan Souvenir )


Dream, Believe, Make it Happen ...



Sumber : @Renterprise_BDG


16 Desember 2012

Logo pertama Kota Bandung

Sejak tanggal 1 April 1906 ketika "dayeuh" Bandung ditetapkan menjadi Gemeente oleh Gubernur Jendral J.B van Heutz melalui ordononasi tanggal 21 Februari 1906. Maka kota Bandung memerlukan "Lambang kota" yang menjadi simbol identitas yang berguna untuk kepentingan protokoler dan seremonial setiap kota. 
Ex Undis Sol (sumber : kitlv)

Namuidak ada keterangan apakah pembuatan lambang tersebut dengan membentuk panitia atau sayembara, atau walikota saat itu tuan B. Coops menggunakan para ahli untuk menentukan bentuk, tema dan moto dari lambang kota. Yang pasti saat itu belum lahir Undang-undang yang mengatur pembuatan lambang kota, jadi mohon maaf tidak akan panjang lebar membahas pembuatannya karena 'miss-leuk'.

Menurut  "Almanak voor Bandoeng 1941" dari Holland Handelsvereenigng Bandoeng, ciri-ciri lambang tersebut diungkapkan sebagai berikut :
1. Perisai bentuknya mendekati persegi menyerupai saku baju. Balok lintang terletak miring dari sudut kiri atas ke sudut kanan bawah, melukiskan letak topografi kota Bandung yang melandai dari arah utara ke selatan.
2. Silhuet Gunung Tangkubanperahu tidak dicantumkan pada lambang gemeente bandung.
3. Diatas perisai diletakkan mahkota yang menunjukkan bahwa kota Bandung berada dibawah naungan (jajahan) Kerajaan Belanda.
4. Dua ekor singa betina dari sirkus Nederland berdiri berhadapan mengapit perisai. Mungkin karena Kerajaan Belanda selalu diperintah "Singa Betina" (ratu)
5. Sehelai pita menggulung di ujung, menghiasi bawah perisai mencantumka motto bahasa latin "EX UNDIS SOL". Dalam bahasa Belanda "Uit de Golven de Zon" yang berarti "Mentari muncul di atas gelombang",

Kenapa jadi aneh begini, apa hubungannya 'Mentari muncul diatas gelombang' dengan kisah pasang surut Danau Bandung? Sebenarnya yang ingin diungkapkan dalam motto tersebut ialah "Lahan kokoh muncul dari gelombang". Adapun arti dari setiap kata dalam logo tersebut ialah  "Lahan kokoh" atau "tanah padat" dalam bahasa latin adalah "SOLUM", sedangkan "muncul" atau "berasal" adalah "EX", kalau "gelombang" diterjemahkan "UNDIS" jadi seharusnya "EX UNDIS SOLUM" bukan "EX UNDIS SOL" mungkin pada saat itu pembuatnya lupa membuka kamus karena dipinjam dan belum balik lagi sehingga dibikin sejadi-jadinya tanpa konsultasi dulu pada ahlinya. Bisa dibayangkan selama 1906 - 1952 Kota Bandung memiliki dan menggunakan motto yang keliru. Kesalahan ini pernah dikoreksi oleh Prof. Dr. E.C. Godee Molsbergen pengelola arsip negara di Batavia lewat suratnya kepada walikota Bandung, namun tidak ditanggapi sehingga tetap dipakai. Kalau membaca kalimat ini asa jaman ayeuna .. he....hee


Ternyata gambar bisa membuat semuanya berubah dan bisa mewakili seribu kata, syukurlah Indonesia telah merdeka sehingga logo yang salah tersebut diganti dengan logo yang lebih relevan sesuai letak geografis kota Bandung yang dilingkung ku gunung dan pernah menjadi Danau Purba. Sesuai dengan mottonya "Gemah Ripah Wibawa Mukti"' yang artinya dalam bahasa Indonesia "Tanah Subur Rakyat Makmur". Pembuatan gambar atau simbol tidak sekedar hanya digambar tanpa arti dan makna, sangat disayangkan apabila kreatifitas tersebut diapresiasikan pada media yang salah dan menjadi contoh yang tidak baik. Semoga kita bisa belajar dan berkarya sehingga dapat berdaya guna.


Sumber : Wajah Bandoeng Tempo Doeloe : Haryoto Kunto, Pikiran Rakyat

13 Desember 2012

Parktivity di Taman Ganesha bareng Komunitas Culindra

Bingung sabtu nanti mau jalan-jalan kemana? bagi anda yang sedang galau atau bosan suasana setiap hari sabtu. Coba datanglah ke Taman Ganesha ITB karena bakal ada kegiatan bagus yang diadakan di taman tersebut.

Komunitas Culindra menggagas program parktivity yang akan digelar Sabtu (15/12/2012) di Taman Ganesha. Parktivity merupakan pesta urban sederhana dengan menawarkan keceriaan taman kota.

"Dari kegiatan parktivity ini, kami berharap pengunjung mendapatkan kesenangan dan keceriaan yang bisa didapatkan di taman," kata Ketua Komunitas Culindra Shitta Natashia Mahachakri dalam konferensi pers di Taman Ganesha, Kamis (13/12/2012).

Dalam parktivity, ada beberapa rangkaian acara yang bertujuan meningkatkan kecintaan dan kepedulian pengunjung terhadap taman.

Acara akan dibuka mulai pukul 09.00 WIB dengan pasar barter. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan 'hide in camp'. Lewat hide in camp, pengunjung akan diajak mengingat kembali masa kecil mereka dengan mengajak mereka berdiam di tenda sekaligus ada boardgame di dalamnya.

Sore harinya, pengunjung dipersilahkan ikut dalam 'open mic'. Dalam kegiatan itu, pengunjung bebas berkreasi, mulai dari bernyanyi, membaca puisi, story telling, dan kegiatan lain.

"Malam harinya, kita akan mengadakan layar tancap untuk pengunjung, kita nanti akan nonton bareng," ucap Shitta.

Di lokasi nantinya juga akan dipasang ragam instalasi dari bahan daur ulang. "Limbah produksi angklung dan alat musik bambu dari Saung Angklung Udjo akan kita daur ulang untuk instalasi," jelasnya.

Program parktivity sendiri dijalankan Komunitas Culindra bekerjasama dengan Bandung Creative City Forum (BCCF), serta beberapa komunitas lain seperti BikeBdg dan Sahabat Walhi. Kegiatan sengaja dikemas kreatif agar masyarakat lebih tertarik datang ke lokasi.