30 November 2012

Konser Coboy Jr di Bandung

Grup vokal atau biasa disebut Boyband cilik Coboy Jr yang beranggotakan Iqbal, Bastian, Kiki dan Aldi akan menggelar konsernya di Bandung, jadi bagi anda para penggemar Coboy Jr atau biasa disebut COmate, siap-siap deh untuk menyaksikan konser mereka.

Konser yang rencana nya akan diadakan pada 14 Desember 2012 di Sabuga.

Coboy Jr (sumber : Coboy Jr Facebook)

Untuk ticket box bisa menghubungi :

Kaminari production event organizer, tlp : 022-7312131 / 022-4205654 fax 022-7320861
Jalan Cicendo no. 21 Bandung 

Atau mengikuti nya di Twitter dengan hashtag #KonserCoboyJrBDG

29 November 2012

Pesona IMT Fair 2012

Institut Manajemen Telkom akan menyelenggarakan "Pesona IMT Fair 2012" yang akan diadakan di

Tempat : GOR C-Tra Arena Bandung pada tanggal
Waktu : 8 desember 2012 mulai pukul 12.00 s/d Selesai

Dimeriahkan oleh Sheila on 7, Sarasvati, Tulus, Rosemari dll.

Harga tiket : Rp. 60.000
Presale (limited) : Rp. 45.000 (YPT) & Rp. 50.000 (umum)

Info dan tiket : Aan (087821984066) dan Unil (085693756465)

Pesona IMT Fair 2012

Timnas Indonesia menatap semifinal AFF 2012

Euforia timnas Indonesia di ajang AFF tengah melanda, setelah berhasil memenangkan laga melawan Singapura dengan skor 1-0. Tapi tadi pagi melihat disalah satu stasiun TV dengan headline "Indonesia menggilas Singapura" jadi pingin tersenyum mesem, apakah harus sebombastis itu kemenangan pertama Indonesia atas Singapura di ajang AFF. Padahal malam sebelumnya TV tersebut membuat acara "pemanasan" dengan mengundang politisi dan pengamat sepakbola tentang peluang Indonesia di ajang ini.


Dukungan TKI di Malaysia (sumber detik.com)

Sebuah gol cantik yang dicetak Andik Virmansyah, cukup untuk membawa kemenangan dan membuka peluang Indonesia menuju semifinal. Namun di pertandingan terakhir penyisihan grup, skuad timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia yang bertindak sebagai tuan rumah dan bernafsu untuk menang agar bisa mempertahankan Piala AFF dan tidak malu dihadapan publik sendiri. Seperti kita ketahui tentang "kelicikan" Malaysia terhadap Indonesia pada piala AFF sebelumnya (baru tahu ketika kemarin malam Sutan Harhara membeberkannya di acara meja bundar) dengan menembakkan laser ke kiper timnas waktu itu Markus Horison yang berhasil membuat mental bertanding para pemain jatuh, dan harus menerima kekalahan telak 3-0. Padahal selain serangan laser, pihak mereka melancarkan gangguan mulai dari bandara, ketidaknyaman hotel, keracunan makanan dan teror lainnya.

Semoga dengan do'a dari seluruh masyarakt Indonesia yang peduli terhadap timnas diluar konflik dualisme dan perjuangan serta strategi yang tepat bisa memudahkan langkah Bambang Pamungkas cs untuk memenangi pertandingan melawan Malaysia dan lolos ke semifinal. Amin ...

13 Oktober 2012

Mengenal BMC (Bandoengsche Melk Centrale)

Bandoengsche Melk Centrale atau lebih dikenal dengan BMC sebagai pusat pengolahan susu satu-satunya di Bandung bahkan Hindia Belanda pada masa itu.

"Vergeer U Nie, dar er geheel Nederlandsch Oost-Indie sclchst een Melk central is, en dat is de Bandoengsche Melkcentrale" (Anda jangan lupa bahwa di seluruh Hindia Belanda ini hanya ada satu pusat Pengolahan Susu dan itu adalah Bandoengsche Melk Centrale) ungkapan yang diucapkan oleh direktur BMC pada saat itu.

BMC (Bandoengsche Melk Centrale)


BMC awalnya didirikan oleh orang-orang Boer (keturunan Belanda yang menetap di Afrika Selatan) pada tahun 1928. Orang-orang Boer yang dikenal keahliannya dalam beternak sapi perah dan pengolahan susu ini ditawarkan untuk mengembangkan peternakan sapi di Hindia Belanda. Kemudian beberapa orang diantaranya mendirikan usaha peternakan sapi perah di Priangan, seperti Louis Hirschland dan Van Zijl. Kedua orang tersebut merupakan juragan sapi keturunan Boer yang memiliki andil besar dalam pendirian BMC, karena lahan yang digunakan untuk pendirian bangunan BMC adalah milik mereka.

Gedung BMC yang dibangun pada 1928 berhasil diselesaikan pada 1929 dengan arsitektur Art Deco. Hingga kini bangunan tersebut tidak berubah karena pada akhir tahun 1980-an bangunan BMC dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya yang harus dipertahankan. BMC merupakan tempat pengolahan produksi susu yang dihasilkan para peternak di Pangalengan dan Lembang yang kemudian diolah dan dipasteurisasi. Fasilitas bangunan pengolahan susu ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi orang Belanda akan susu.

Setelah Indonesia merdeka, pada 17 Agustus 1957 turunlah aturan mengenai nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda. Maka pengelolaan BMC diambil alih oleh pemerintah Indoneisa dan dikelola oleh Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi. Lalu dua tahun kemudian diserahkan pada Departemen Peternakan. Dan pada tahun 1965 penelolaan BMC diserahkan kepada Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat dengan nama Perusahaan Daerah Kerta Sari Mamin.

Akibat modal kerja yang minim dan peralatan produksi yang rusak, BMC sempat mati suri selama kurang lebih 20 tahun sejak 1950-an. Akhirnya pada 17 Juni 2002, singkatan BMC diapkai merek dagang Divisi Industri Makanan dan Minuman PT. Agronesia dan mulai menggeliat bangkit kembali menjadi produsen susu serta bahan olahan berbasis susu. Kini BMC berkembang dengan menyajikan berbagai makanan dari mulai makanan khas sunda, nasional dan internasional. Salah satu andalannya adalah sop buntut.

Didalam restoran ini pun terpampang foto-foto kota Bandung serta bnagunan BMC tempo dulu, Banyak orang Belanda  yang datang bernostalgia mengenang masa indah mereka pada masa Hindia Belanda. Bandoengsche Melk Centrale beralamat di Jl. Aceh No. 33 Bandung

Perkembangan nama BMC (Bandoengsche Melk Centrale)
  • 1928 : Bandoengsche Melk Centrale
  • 1942-1945 : Koperasi Soesoe Bandoeng
  • 1945 : Bandoengsche Melk Centrale
  • 1965 : Pusat susu Bandung (PSB)
  • 2002 : Bandoengsche Melk Centrale


Sumber : pikiran rakyat
Foto : mediaindonesia.com

12 Oktober 2012

Gedung Gas Bandung

Bangunan ini lebih dikenal sebagai Gedung Gas karena lama dioperasikan sebagai kantor bagi perusahaan N.V. Nederlandsch-Indische Gasmaatschappij (NIGM). Adapun bangunan ini hanya berfungsi sebagai kantor administrasi, sedangkan pabriknya terletak di daerah Kiaracondong.

Gedung Gas

Pabrik gas NIGM mulai beroperasi di Bandung tanggal 17 Februari 1921, dan merupakan cabang termuda saat itu. Sebelumnya perusahaan ini telah beroperasi di Batavia, Meester Cornelis (Jatinegara), Buitenzorg, Cheribon, Semarang, Surabaya, Medan, dan Paramaribo.

Keterlambatan pembangunan pabrik gas di Bandung antara lain disebabkan oleh sulitnya mendapatkan material gas alam, namun dalam beberapa tahun perusahaan ini berhasil memenuhi segala permintaan pelanggannya.

Penggunaan gas saat itu di Bandung lebih banyak ditujukan untuk kebutuhan bisnis, contohnya untuk dapur-dapur di hotel, pabrik2 roti, pabrik limun, penghangat di penginapan, barak, rumah sakit, dll. Sedangkan untuk industri, perusahaan ini juga menyalurkan gas ke pabrik altileri (sekarang PT Pindad) dan perusahaan swasta lainnya. Pada tahun 1930'an, telah dibuat sekitar 3.750 sambungan gas. Saat itu gas disalurkan lewat pipa-pipa, bukan lewat tabung gas seperti sekarang.

Pada bulan September 1928, NIGM membeli dan mulai menempati bangunan di Braga 33 yang tadinya digunakan Sekertariat Bandoeng Vooruit dan Kantor N.V. Becker & Co. untuk digunakan sebagai tempat kantor pembayaran dan showroom.

Setelah lama digunakan NIGM, Bangunan yang dirancang Richard Leonard Arnold (R.L.A.) Schoemaker tahun 1919* ini kemudian beralih tangan ke perusahaan gas negara pasca kemerdekaan hingga saat ini.

Setelah lama dibiarkan kosong, baru-baru ada wacana untuk menghidupkan kembali gedung NIGM ini. Terakhir kondisinya Gedung Gas ini dindingnya dipenuhi dengan mural, dan pilar-pilar dicat warna warni.


*Martien de Vletter dalam buku “Masa Lalu dalam Masa Kini:Arsitektur di Indonesia menyebutkan bahwa bangunan ini karya Wolff Schoemaker.

Sumber : aleut.wordpress.com

11 Oktober 2012

Nonton bareng Formula 1 bareng KompasTV di Bandung

Bagi anda penggemar olah raga balapan Formula One (F1), Kompas TV akan mengadakan nonton bersama Grand Prix F1 Korea di   Pasteur Hyper Point, Jl. Dr. Junjunan no. 126-128, Pasteur,Bandung. Acara akan diselenggarakan hari Minggu 14 Oktober 2012 dan dimeriahkan oleh para comic Stand Up Comedy

KompasTV


Sumber : @KompasTV  #NobarF1KompasTV

Gedung GEBEO (PLN)Bandung

Pada tahun 1905, Bandung telah memiliki sebuah perusahaan yang mengelola penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan publik bernama Bandoengsche Electriciteit Maatschappij (BEM) yang kemudian berganti nama menjadi Gemeenschappelijk Electriciteitsbedrijf Bandoeng en Omstreken (GEBEO N.V.) pada tahun 1920. Penggunakan nama “Gemeenschappelijk” pada perusahaan ini menunjukan bahwa perusahaan ini tidak murni milik swasta, melainkan sebagian sahamnya dimiliki oleh pemerintah.


Gedung Gebeo (PLN sebelum pindah)

Walaupun demikian Gebeo adalah perusahaan yang hanya mengurusi pendistribusian listrik, sedangkan pengelolaan pembangkit listrik dilakukan pemerintah lewat dinas Waterkracht en Electriciteit. Pada tahun 1930, Satu-satunya pembangkit listrik yang dimiliki Swasta adalah yang terletak di Cianjur, mampu menyediakan 342 KW listrik, hanya memenuhi sangat sedikit dibandingkan seluruh kebutuhan perusahaan. Kebutuhan listrik lainnya dipenuhi oleh pembangkit2 listrik tersebut tersebar di seantero Jawa Barat, seperti PLTA Plengan, PLTA Lamajan, PLTA Bengkok/Dago, PLTA Ubruk dan Kracak. Gedung ini terletak di Bragaweg samping rel kereta api di depan Bank Indonesia. Kini gedung tersebut dipakai oleh salah satu Bank Syariah, setelah lama kosong

Kemudian pindah ke Jl. Asia Afrika yang gedungnya diarsiteki oleh Gmelig Meyling dan dibangun tahun 1940. Fakta ini sekaligus meluruskan anggapan yang menyebutkan bahwa gedung GEBEO yang berada di atas “sumur bandung” ini sebagai karya dari Wolff Schoemaker. Pada kenyataanya, biro arsitek Schoemaker memang sempat merancang desain pengembangan gedung GEBEO ini, tapi rancangan tersebut hilang pada masa konfrontasi Belanda-Republik, sehingga akhirnya desain pengembangan Gedung Gebeo ini kembali dilakukan oleh Gmelig Meyling pada tahun 1948.

Bangunan kantor ini sekarang dikenal dengan PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten (Sumur Bandung) yang beralamat di Jl. Asia Afrika no. 63 . Kantor ini juga sering dikunjungi orang-orang yang ingin meminta berkah dan penasaran tentang cerita  “Sumur Bandung” yang berada di bagian bawah (basement) gedung. Sedangkan halamannya digunakan sebagai lapak bagi beberapa penjual buku bekas.


Sumber : Komunitas Aleut