16 Juni 2014

Paku anti gelandangan

Seperti biasanya tiap hari browsing internet untuk mengetahui info atau trend terbaru di indonesia maupun luar negeri. Penulis terhenti perhatiannya disatu foto yang cukup menarik, dimana pelataran sebuah pertokoan di London dipasangi spike (semacam paku) dengan tujuan agar pelataran tersebut tidak menjadi tempat tidur/tinggal gelandangan.

Paku anti gelandangan
Langkah tersebut ternyata mengundang kontroversi bagi aktivis kemanusiaan dan HAM karena dengan dipasangnya paku, para tunawisma tidak dapat lagi tidur atau beristirahat di pelataran toko yang bagi mereka merupakan salah satu tempat aman untuk tinggal. Tidak hanya dipasang dihalaman toko saja, di beberapa negara paku tersebut dipasang di bangku taman, kolong jembatan dan tempat-tempat yang berpotensi ditinggali para tunawisma. Namun hal itu tidak berlangsung lama, protes dari masyarakat dengan bantuan media sosial tentunya berhasil menarik perhatian pejabat setempat untuk melarang pemasangan paku anti tunawisma tersebut.


Mulai hari ini paku-paku tersebut mulai diangkat dari tempatnya, tentu hal ini menjadi berita gembira bagi para tunawisma disana. Membandingkan situasi tersebut dengan kondisi di Indonesia tentu menjadi hal seru, karena kondisi di negara kita para gelandangan bisa dikatakan lebih beruntung dan sejahtera dibandingkan mereka di luar negeri sana. Para tunawisma disini mereka menjadikan gelandangan/pengemis menjadi sebuah profesi dimana penghasilannya bisa mengalahkan kerja buruh bahkan kantoran. Di kampungnya bahkan mereka terkenal sebagai juragan tanah, juragan kontrakan atau orang kaya, jauh dari kesan miskin.

Memang terasa sedih ketika menyaksikan para tunawisma bergeletakan tidur di pelataran toko atau bawah jembatan hanya beralaskan kardus atau berselimut koran. Hal tersebut tentu menjadi pelajaran berharga, supaya kita untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan yang telah diberikan selama ini.

sumber foto: google


Tidak ada komentar:

Posting Komentar